0
Thumbs Up
Thumbs Down

Desa Tanon: Astra Angkat Derajat dan Harapan Masyarakat yang Tertinggal

Mobil WOW
Mobil WOW - Wed, 13 Dec 2017 15:52
Viewed: 115

Desa Tanon (Desa Menari) menjadi bukti nyata pengembangan Astra dalam membangun masyarakat serta lingkungan di Indonesia, melalui program Satu Indonesia Award.

MobilWOW, Semarang - Tidak semata-mata berfokus kepada pengembangan bisnis saja, namun PT Astra International Tbk sebagai induk perusahaan Grup Astra di tanah air. Terus menunjukkan komitmen mereka untuk peduli terhadap masyarakat maupun lingkungan di Indonesia.

Komitmen yang dilakukan Astra tersebut sejalan dengan filosofi Catur Dharma Astra yaitu menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, menghargai individu dan membina kerja sama, serta senantiasa berusaha mencapai yang terbaik.

Memasuki usianya yang ke 60 tahun di tahun 2017 ini, Astra Grup telah melakukan beragam terobosan serta menginspirasi Indonesia melalui produk dan layanan karya anak bangsa, sumber daya manusia yang unggul dan juga kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara yang tertuang melalui "Perjalanan Penuh Inspirasi" di tahun 2017 ini yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa.

Sebagai salah satu bukti nyata dari "Perjalanan Penuh Inspirasi" yang Astra Grup galakkan terungkap melalui kian berkembangnya salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) yakni Desa Wisata Tanon atau yang juga dikenal dengan 'Desa Menari' yang berada di Kabupaten Semarang, dan memiliki daerah yang strategis untuk menjadi daerah wisata, mengingat budaya di kawasan Lereng Telomoyo dan kawasan Gunung Merbabu tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun internasional.

Adapun dalam pengembangannya, Desa Menari diinisiasi oleh diinisiasi oleh Trisno yang merupakan salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2015 kategori Lingkungan. Ajang Satu Indonesia sendiri telah digelar sejak tahun 2010 silam.

Ajang Satu Indonesia Award merupakan salah satu bidang lain dari Astra yakni bidang corporate social responsibility (CSR) yang memiliki empat pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, UKM, dan lingkungan.

Perjuangan yang Trisno lakukan pun bisa dibilang cukup panjang dan berliku dalam membangun Desa Tanon. Bagaimana tidak, dari sisi infrastruktur sendiri, desa tersebut bukanlah termasuk kepada desa atau dusun yang masuk dalam prioritas pembangunan.

"Sejak saya lulus kuliah di tahun 2006, saya berkomitmen untuk membangun Desa Tanon. Karena mengingat keterbatasan bagi desa maupun masyarakat di desa saya sendiri belum masih jauh dari layak," ujar Trisno saat ditemui mobilWOW beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Trisno pun menjelaskan, "Berawal dari keprihatinan, saya ingin membangun desa ini. Agar dapat membantu meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat disini yang umumnya hanya Bekerja di sektor non-formal sebagai buruh bangunan dan juga di beberapa lini sektor non formal lainnya," paparnya.

Trisno pun menambahkan, setelah mencoba membangun desa dengan beberapa terobosan seperti di bidang peternakan. Karena di desa ini 90 persen mayoritas merupakan peternak sapi perah, namun tidak berjalan maksimal setelah 3 tahun berjalan.

Hingga akhirnya Trisno pun mencoba mencari formulasi bagaimana membangun desanya tersebut. Hingga akhirnya di tahun 2009 Trisno mencoba untuk melakukan pengembangan bagi desanya tersebut, Ia mencoba untuk melakukan pengembangan di sektor lainnya hingga di puncaknya tahun 2012, akhirnya Trisno memutuskan untuk mengembangkan desa tersebut sebagai desa wisata.

"Melalui ajang Satu Indonesia Award ini menjadi salah satu pintu dari perubahan dan harapan desa kami, untuk dapat lebih maju kedepannya," jelas Trisno.

Dan langkah tersebut pun bak gayung bersambut, dimana dalam waktu singkat Desa Tanon yang berada kawasan sejuk karena berada di bawah kaki Gunung Telomoyo tersebut, berhasil menarik animo turis domestik maupun internasional. Tercatat, beberapa turis mancanegara seperti wisatawan asal Mesir, Singapura, Belanda, Rusia, Perancis, hingga Jerman penasaran akan keindahan budaya yang dihadirkan oleh Desa Menari.

"Desa Menari ini sudah mulai banyak dilirik para wisatawan baik dalam dan luar negeri seperti Singapura, Filipina, Jerman, dan beberapa negara lainnya," imbuh Trisno.

Hal tersebut terbilang beralasan, pasalnya Desa Menari menyuguhkan berbagai paket kunjungan wisata, mulai dari pagelaran seni, outbound ndeso, hingga dolanan tradisional dan wisata pembelajaran.

"Bagi turis yang melakukan pelesiran kesini, kami menawarkan sesuatu yang berbeda yaitu menjual aktivitas warga, seperti aktivitas mengenal sapi, dari mulai merumput hingga memerah susu. Ke depan, kami akan menambah proses pengolahan biogas. Begitupun dengan pertanian, dari menanam hingga memanen," kata Trisno.

Melihat pertumbuhan positif yang diraih Desa Menari, tentunya turut berdampak kepada pendapatan masyarakat yang tentunya semakin bertambah. Trisno mengklaim warga desa mendapatkan tambahan pendapatan berkisar Rp 100-150 ribu per event.

Trisno menjelaskan, "Dalam pemberdayaan masyarakat, kami menggunakan sistem bagi hasil, tergantung income yang masuk," ungkapnya.

Tidak sampai disitu saja, Trisno pun menuturkan, meski saat ini program yang dijalankan berada dalam sektor wisata, namun saat ini Ia tengah mendorong sektor UMKM, sejalan dengan 4 pilar corporate social responsibility (CSR) Astra, yakni kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Bicara mengenai sektor kewirausahaan, Desa Menari memiliki usaha dalam memproduksi sabun susu, kripik pegagan, hingga kerajinan yang sangat menarik.

"Melalui beberapa trobosan yang saya kembangkan bersama masyarakat yang turut menyambut baik ini. Kedepannya saya ingin membuat perusahaan sosial berbasis keluarga, di mana sahamnya adalah kepala keluarga. Kami mencoba untuk mengakomodir semua usaha yang ada disini dan melakukan pemasarannya pada satu pintu," beber Trisno.

Selain itu, Trisno menjabarkan dalam pengembangannya baik dalam penjualan dan distribusi. Ia bersama masyarakat bahu membahu melakukan promosi baik melalui media sosial, konsep souvenir, dan masih banyak lagi.

Pengembangan bagi Desa Menari sendiri tidak sampai disitu saja, namun turut membawa masyarakat sekitar bisa bertumbuh dalam pendidikan. Upaya yang dilakukan sendiri berupa pelatihan non-formal seperti kursus bahasa Inggris, pembuatan kerajinan, pembuatan tepung sayur hingga pelatihan packaging souvenir yang dijajakan di desa tersebut.

Sementara untuk sektor kesehatan yang tentunya tak boleh ketinggalan, Trisno mengaku melaksanakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PUBS) secara rutin, screening diabetes secara berkala, dan senam sehat.

Sedikit informasi bagi Anda, di tahun 2017 ini Astra menggelontorkan dana sebesar Rp 150 juta untuk membantu Desa Menari dalam distribusi air. Dimana proyek tersebut bertujuan untuk menaikan air ke titik tertinggi Desa Tanon dengan disupport oleh tenaga ahli dan support dari Astra.

Bantuan yang dilakukan Astra sendiri hingga tahun 2017 telah mencapai Rp 285 juta guna pembangunan dan pemberdayaan desa. Selain itu, tercatat 36 orang menerima beasiswa penuh Astra untuk melanjutkan pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi.

"Program Kampung Berseri Astra merupakan program menyeluruh yang mengacu pada empat pilar CSR Astra yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan. Target kami adalah memiliki KBA di seluruh 34 provinsi di Indonesia hingga 2018. Kami juga sangat senang melihat perkembangan yang dilakukan di KBA Tanon setiap tahunnya. Harapan kami, setiap Kampung Berseri Astra dapat menjadi seperti ini yaitu, bersih, sehat, cerdas dan produktif," ujar Yulian Warman, Senior General Manager Head of Public Relation Division Corporate Comunication, PT Astra International Tbk.

Yulian mengungkapkan, hingga saat ini Astra telah melakukan banyak pengembangan bagi banyak daerah tertinggal di Indonesia, salah satunya adalah Desa Tanon yang kami upayakan menjadi desa mandiri.

"Desa Mandiri itu yang dimaksud mandiri dalam pendidikan, kesehatan, UKM dan lingkungan. Saat ini sendiri sudah tersedia sebanyak 71 desa kampung berseri Astra yang telah dibina yang tersebar merata hingga 31 provinsi di Indonesia. Kita harapkan dalam beberapa tahun ke depan kampung-kampung berseri Astra ini akan memberikan dampak besar bagi lingkungan di Indonesia," jelas Yulian.

Yulian pun menyampaikan harapannya, melalui program ini, Astra ingin membangun inspirasi bagi banyak orang di Indonesia.

(Deni)

Source: Mobil WOW
Search Car Service
OUR PARTNERS
Camargus
Cintamobil
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
OTORAI
Otospirit
RajaMobil