0
Thumbs Up
Thumbs Down

Pemilu 2019 Bikin Penjualan Mobil Turun

carmudi
carmudi - Thu, 18 Apr 2019 12:56
Dilihat: 90
Pemilu 2019 Bikin Penjualan Mobil TurunBooth Toyota di IIMS 2018. Foto/Carmudi.

Jakarta - Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) legislatif dan pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 rupanya memberikan dampak negatif terhadap penjualan mobil di Indonesia. Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa secara total penjualan semua merek mobil sepanjang kuartal pertama tahun ini mengalami penurunan. Bahkan yang cukup siginifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Penjualan itu turun 13 persen, kira-kira 253 ribuan market totalnya di kuartal pertama. Toyota sendiri mencatat penjualan sebanyak 77 ribu unit. Penjualan turun tapi market share kami naik. Karena kami punya penurunan enggak sebesar penurunan market, kalau market turun 13 persen, kami turunnya sekira 9 persen. Jadi, memang pemilu itu terasa dampaknya," ujar pria yang akrab disapa Soerjo itu.

Menurut Soerjo penurunan angka penjualan mobil pada saat moment Pemilu merupakan hal wajar. Efek demikian juga pernah terjadi pada Pemilu 2014 lalu. Ada beragam faktor yang menyebabkan penjualan mobil turun, satu di antaranya adalah banyak konsumen yang wait and see atau menunda pembelian.

"Itu situasional 5 tahunan pasti terjadi seperti itu (penurunan penjualan mobil). Karena 5 tahun lalu 2014 juga seperti itu. Konsumen menahan pembelian mobil. Begitu 6 bulan setelah pemilu, market akan kembali baik. Jadi butuh waktu 6 bulan. Biasanya memasuki tahun depan setelah Pemilu market akan mengalami pertumbuhan siapa pun presiden yang terpilih," terang Soerjo.

Toyota Terbantu Avanza dan Camry

Penurunan penjualan mobil Toyota tidak terlalu signifikan sekira 9 persen saja. Soerjo mengklaim ini bisa terjadi karena bantuan dari dua model mobil yang baru saja diluncurkan awal 2019 seperti New Toyota Avanza dan All New Toyota Camry.

"Kami masih punya produk yang baru meluncur yaitu Avanza sama Camry. keduanya membantu bantu kami walaupun Camry sendiri enggak terlalu besar menyumbang penjualan, tapi sudah bantu kami. Avanza kebetulan di Maret, termasuk di April nanti Astra Daihatsu Motor (ADM) mulai tambah produksi. Jadi kami terbantu," ppaar Soerjo.

Disamping Avanza dan Camry, produk Toyota lain yang cukup membantu penjualan adalah Kijang Innova dan Rush.

"Toyota Rush naik terus di level 4.000-5.000 unit perbulan, jadi levenya hampir sama dengan Kijang Innova. Jadi kontribusi terbesar kedua setelah Avanza adalah Innova dan Rush," kata Soerjo.

Saat ini penjualan retail Toyota Avanza selama tiga bulan pertama di 2019 mencapai 17.000-an unit atau rata-rata sekira 6.000 sampai 7.000 unit dalam satu bulan. Permintaan Toyota Avanza sampai sekarang masih tinggi, bahkan inden mencapai satu bulan.

"Ada juga beberapa varian Avanza yang indennya lebih dari sebulan, seperti varian transmisi otomatis dan 1.5 G M/T juga," tutup Soerjo.(dol)

Sumber: carmudi
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
Cintamobil
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
OTORAI
Otospirit
RajaMobil