0
Thumbs Up
Thumbs Down

Review Ferrari Testarossa 1988

Cintamobil
Cintamobil - Wed, 12 Sep 2018 19:20
Viewed: 321

Review Ferrari Testarossa 1988- Mobil supercar bermesin 12 silinder di dunia otomotif tidak hanya sekedar sebagai pencapaian tertinggi dari segi engineering, tapi juga seringkali dikemas dengan penampilan terbaik dari masing-masing pabrikan otomotif tersebut

Di sisi lain, hadirnya mobil bergenre juga turut membangun mimpi-mimpi generasi X akan mobil impian, yang akhirnya menimbulkan tren 'Supercar Bedroom Posters'. Dan salah salah satu ikon mobil sport yang sering ditemukan di poster generasi X di era 80an ialah mahakarya supercar dari istal kuda Maranello, Ferrari Testarossa 1984.

Ajang Paris Motor Show 1984 jadi tempat perkenalan Paris Motor Show 1984

Ferrari Testarossa memulai debutnya di tahun 1984, tepatnya 1 malam sebelum Paris Motor Show 1984 di Lido, Champs Elyses, Paris. Meneruskan jejak Ferrari 'Berlinetta Boxer' 512 BBi yang memiliki masa bakti di tahun 1981-1984, Ferrari Testarossa merupakan bentuk penghormatan terhadap Ferrari 250 Testa Rossa yang menjadi salah satu ikon motorsport Ferrari di era 50an.

Tak hanya sebagai ikon, Ferrari Testarossa yang memiliki makna nama 'Red Head' karena laburan warna merah pada camshaft cover ini juga turut menjadi simbol kesuksesan di era 80an. Beberapa film box office dan serial TV Hollywood banyak menggunakan Ferrari Testarossa sebagai tunggangan sang jagoan di tayangan tersebut.

Aksi karakter James 'Sonny' Crockett & Ricardo 'Rico' Tubbs menggunakan Ferrari Testarossa di serial tv Miami Vice 1984-1990

Contohnya serial tv Miami Vice (1984-1990) yang menampilkan aksi detektif James "Sonny" Crockett dan Ricardo "Rico" Tubbs menumpas berbagai aksi kejahatan di kota Miami, Amerika Seriat.

Atas izin Ferrari Jakarta, tim Cintamobil.com secara eksklusif bisa melihat langsung sosok Ferrari Testarossa klasik di showroom mereka di Wisma MRA, TB Simatupang, Jakarta Selatan. Penasaran ingin lebih mengenal lebih dekat sosok mobil supercar klasik Maranello yang satu ini? Berikut review Ferrari Testarossa 1988 yang bisa Anda nikmati di Cintamobil.com.

Ferrari Testarossa didesain oleh rumah desain Pininfarina yang dikepalai Leonardo Fioravanti. Pendekatan desain yang cukup radikal dan eksotis menjadi tema besar dari desain Ferrari Testarossa, yang membuat flagship model Ferrari di era 80an ini menjadi 'timeless' dari segi visual.

Ferrari Testarossa diproduksi dalam versiCoup, hanya ada satu unit versi Spider

FYI, dari 7177 unit produksi Ferrari Testarossa selama 1984-1991 semuanya diproduksi dalam bentuk Coup. Hanya ada 1 unit yang diproduksi resmi dalam bentuk Spider, dimana Ferrari Testarossa tersebut dirancang khusus untuk Fiat Chairman, Gianni Agnelli.

Review Ferrari Testarossa 1988: Eksterior Depan

Tampak depan Ferrari Testarossa memiliki fascia depan rendah

Desain moncong super rendah menjadi hal pertama yang mencuri perhatian dari Ferrari Testarossa. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat desainer Ferrari Testarossa memikirkan aspek aerodinamika yang berhasil meraih drag coefficient 0.36 cd.

Berdasarkan kasat mata, di area depan Ferrari Testarossa, Anda hanya akan melihat sepasang lampu sekunder, untuk Daylight Flashing Light (area terbawah), Direction Indicator Light (area atas sisi terluar), serta Parking Light (Area atas sisi dalam). Diapit oleh kedua pasang lampu sekunder tersebut, terdapat grille dengan detil logo Il Cavallino Rampante berkelir silver.

Lampu headlight Ferrari Testarossa menggunakan konfigurasi pop-up headlight

Headlight Ferrari Testarossa menggunakan konfigurasi pop-up headlight, dimana lampu utama dirancang 'tersembunyi' di balik area 'retractable pods' yang ada di bonnet depan. Jadi saat headlight tidak digunakan, maka headlight akan turun masuk ke dalam area tersebut, sehingga dalam kondisi berkendara sisi aerodinamika tidak mengalami gangguan sama sekali.

Review Ferrari Testarossa 1988: Eksterior Samping

Tampilan eksterior samping Ferrari Testarossa terasa seksi

Seksi. Itulah kata yang tepat menggambarkan sisi samping Ferrari Testarossa. Tak hanya sekedar styling yang eksotis dan radikal, namun engineer Ferrari dan Pininfarina pun memikirkan aspek 'form follow function', sehingga setiap sentuhan desain dirancang sesuai fungsinya masing-masing.

Salah satu contohnya adalah air scoop besar yang ditempatkan di belakang pintu Ferrari Testarossa. Untuk memudahkan aliran udara masuk ke dalam radiator di balik air scoop tersebut, Pininfarina menyematkan panel side strikes yang memanjang dari area pintu sampai ke sisi fender belakang.

Desain air scoop Ferrari Testarossa

Dikarenakan konfigurasi mesin boxer, plus untuk mengakomodir udara masuk ke mesin lebih baik, fender belakang pun dirancang lebih melebar sehingga membuat Ferrari Testarossa memiliki 'pinggul' yang seksi. Apalagi tingkat keseksian mobil ini ditunjang oleh pemilihan velg five spoke "star" pattern alloy berukuran 16x8 inci (depan) dan 16x10 inci (belakang).

Ada 2 area di sisi samping Ferrari Testarossa untuk Anda mengetahui apakah mobil ini produksi 1984 sampai 1991, yakni area kaca spion dan velg. Meskipun tidak bisa disebut facelift, tapi 2 area ini menjadi penanda product improvement Ferrari Testarossa yang terbagi dalam 3 momen, yaitu era 1984-1987, 1986-1987, dan 1987-1991.

Perbedaan model year Ferrari Testarossa ditentukan dari kaca spion dan sistem penguncian velg

Untuk era 1984-1986, Ferrari Testarossa hadir dengan kaca spion 'Monospechio' dimana hanya ada satu kaca spion di sisi pengemudi yang ditempatkan di sisi atas pilar kaca depan. Plus untuk sistem penguncian velg menggunakan 'Monodado' single bolt knockoff. Ada masanya pemilik Ferrari di tahun tersebut melakukan 'custom' menambah kaca spion sehingga terlihat sebagai sepasang.

Namun pada Geneva Salon 1987, kaca spion Ferrari Testarossa diganti dengan penempatan normal dan tersedia di kedua sisi pintu, tanpa ada pergantian sistem penguncian velg. Baru di tahun 1988, atau familiar dikenal '88.5' model, Ferrari Testarossa hadir dengan penempatan kaca spion normal plus sistem penguncian velg five bolt pattern. Konsep inilah yang dipertahankan hingga masa bakti Ferrari Testarossa berakhir di tahun 1991.

Review Ferrari Testarossa 1988: Eksterior Belakang

Tampak belakang Ferrari Testarossa tanpa menggunakan Rear Spoiler

Tidak seperti mobil sport di era 80an, Ferrari Testarossa tidak menggunakan rear spoiler, dan faktanya tidak berefek apapun terhadap aerodinamika mobil. Pasalnya engineer Ferrari dan desainer Pininfarina cermat memanfaatkan area grille pada bumper belakang yang berfungsi sebagai area mengalirnya udara panas dari mesin.

Grille belakang Ferrari Testarossa dibuat selaras dengan grille depan, dan menariknya menjadi tempat bersembunyi taillight yang berada di sisi kiri dan kanan grille tersebut. Agak melirik ke bawah, terdapat juga sebuah grille khusus yang menemani penempatan sistem knalpot quad exhaust.

Di samping area bumper, di eksterior belakang Ferrari Testarossa juga terdapat engine cover yang memiliki 'punuk'. Hal ini disebabkan oleh penempatan area mesin yang agak tinggi sejajar dengan tinggi fender, sehingga tidak memungkinkan menciptakan engine cover yang rata. Plus, di sekeliling 'punuk' tersebut terdapat kisi-kisi lubang udara untuk mengeluarkan udara panas dari ruang mesin.

>>> Sudahkah Anda mengecek informasi berikut ini:

  • Test Drive Ferrari 812 Superfast 2017 Indonesia, Sportscar Mesin Depan Paling Bertenaga Ada Saat Ini
  • Klik sini untuk lihat daftar mobil Ferrari dijual dengan harga bagus serta banyak promosi yang menarik
  • Untuk tahu harga mobil Ferrari bekas keluaran 3 tahun terakhir, silahkan cek di sini

Versi produksi Ferrari Testarossa dirancang memiliki interior yang mewah, selayaknya mobil supercar berdarah Italia padaumumnya. Namun untuk Ferrari Testarossa yang sedang Anda lihat saat ini memiliki pendekatan interior ala mobil balap touring. Untuk lebih detil seputar interior Ferrari Testarossa akan kami jelaskan secara mendetail.

Review Ferrari Testarossa 1988: Dashboard

Area dashboard Ferrari Testarossa dibalut material leather (atas) atau alcantara (bawah)

Desain dashboard Ferrari Testarossa pada masanya lebih terfokus pada fungsionalitas. Tapi bicara soal kemewahan tidak kalah kok, karena material dashboard Ferrari Testarossa banyak dibalut aksen leather. Menariknya adalah untuk material dashboard dari Ferrari Testarossa yang kami temui menggunakan material alcantara dengan aksen jahitan berkelir merah, yang menonjolkan nuansa 'racing' di area kabin

Informasi dan tombol pengaturan fitur Ferrari Testarossa ditempatkan di tiga area ini

Apa saja yang ada di area dashboard? Well, dari sudut pandang pengemudi maka Anda akan disajikan panel instument analog yang menampilkan rev counter dan speedometer, serta indikator untuk oli mesin dan suhu mesin.

Informasi lain seperti odometer, indikator bensin dan suhu oli, serta jam digital terdapat di area konsol tengah. Nah untuk mengatur sistem AC,kaca spion elektrik, kaca pintu mobil, sampai ke urusan arah sirkulasi udara diatur melalui tombol yang ditempatkan di dekat tuas transmisi.

Review Ferrari Testarossa 1988: Setir

Setir Momo Competition (kiri) dan setir resmi Ferrari Testarossa (kanan)

Setir Ferrari Testarossa pada masanya tidak mengenal adanya airbag, atau tombol manettino layaknya mobil Ferrari baru. Hanya setir sederhana dengan tombol klakson saja yang digunakan pada setiap Ferrari Testarossa. Bedanya adalah Ferrari Testarossa yang kami temui di Ferrari Jakarta sudah diganti menggunakan setir balap Momo Competition.

Meski begitu, Ferrari Testarossa sudah mengenalkan sistem adjustable steering wheel. Fitur ini memungkinkan pengemudi mengatur tinggi-rendah setir sesuai kebutuhan.

Review Ferrari Testarossa 1988: Jok

Jok versi produksi Ferrari Testarossa (kiri) dan Jok balap Momo Corse Daytona VTR (kanan)

Jok Ferrari Testarossa sejatinya menggunakan konsep semi bucket berlapis material leather. Menariknya jok Ferrari Testarossa pada masanya sudah bisa diatur melalui tombol elektris. Pemilihan jok jenis ini jelas memberikan kenyamanan lebih untuk penggunaan berkendara jarak jauh.

Hanya saja untuk Ferrari Testarossa yang Anda lihat saat ini sedikit berbeda. Demi memberikan sensasi berkendara yang lebih "direct"terasa oleh tubuh, maka jok diganti menggunakan jok bucket seat berspesifikasi balap Momo Corse Daytona VTR. Jok balap ini selain mendapatkan aksen jahitan nama Ferrari, juga memiliki seatbelt balap 4-titik yang menjadi pengganti seatbelt standar Ferrari Testarossa.

>>> Mungkin Anda bisa cek informasi berikut ini

  • Klik di sini untuk melihat daftar semua mobil dijual di pasar Indonesia
  • Test Drive Ferrari 488 GTB 2015, Supercar Khusus Miliarder Dengan Performa Luar Biasa
  • Memahami Tingkatan Personalisasi Yang Bisa Dipilih Customer Ferrari

Jujur saja, supercar di era 80an sampai menjelang akhir 90an tidak banyak didukung fitur-fitur canggih. Interaksi antara pengemudi dan mobil lebih banyak terfokus pada bagaimana menaklukan performa mobil yang besar tanpa adanya intervensi teknologi sama sekali. Sehingga bisa dikatakan pengguna supercar, termasuk Ferrari Testarossa, rata-rata pengemudi yang memiliki basic skill berkendara yang sangat cekatan.

Sistem audio Ferrari Testarossa bisa menggunakan head unit single DIN

Meski demikian, Ferrari juga punya fitur audio yang tersembunyi di kompartemen di atas kisi-kisi AC kabin Ferrari Testarossa. Sistem audio yang dimiliki Ferrari Testarossa cukup canggih di masanya, dimana seperti yang Anda lihat saat ini memiliki fitur MiniDisc, CD Charger Control, plus FM/AM stereo dari Sony.

Menariknya, Ferrari sebenarnya tidak seutuhnya menyematkan fitur audio di Ferrari Testarossa. Saat keluar dari pabrik Maranello, sistem audio hanya bersifat pre-installed dimana speaker dan antenna tersedia, tapi urusan head unit bisa disesuaikan keinginan konsumen. Tapi, jujur saja rasanya fitur ini agak sia-sia karena pengemudi Ferrari Testarossa akan lebih 'eargasm' mendengarkan raungan mesin Ferrari Testarossa yang akan kami bahas di operasi Ferrari Testarossa 1988.

>>>Puluhan Ferrari Klasik Berkumpul di Galeri Seni, Ada Apa?

Ferrari Testarossa menggunakan mesin flat-12 yang ikonik di keluarga Ferrari

Setiap jantung pacu Ferrari memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Tak terkecuali untuk Ferrari Testarossa, yang menggunakan mesin flat-12 48 valve 4943cc dengan tata letak mesin tengah , dan dikembangkan langsung dari Ferrari 512 BBi.

Mesin berkode F 113 A 000 ini memiliki sistem sirkulasi oli kering (dry sump) yang ditempatkan di unit yang sama dengan transmisi 5-percepatan manual. Mesin ini juga dilengkapi Marelli Microplex MED 120 B electronic ignition system dan Bosch KE-Jetronic fuel injection dengan rasio kompresi 9.3 : 1.

Sketsa detail teknis Ferrari Testarossa dari mulai mesin sampai ke suspensi

Tenaga yang dihasilkan mesin ini pada masanya termasuk mencengangkan, dimana untuk versi eropa bisa menghasilkan tenaga 390 dk di putaran mesin 6300 rpm, serta torsi 490 Nm di putaran mesin 4500 rpm. 0-100 km/jam berdasarkan klaim Ferrari bisa dicapai dalam waktu 5.8 detik dengan top speed 290 km/jam.

Untuk mendukung keasyikan berkendara baik digunakan , Ferrari menyematkan sistem suspensi independen di setiap roda. Masing-masing roda dibekali sistem suspensi wishbone dengan per keong (coil spring) dengan shock absorber telescopic. Sedangkan untuk sistem pengereman sudah menggunakan ventilated disc di setiap roda, tanpa adanya intervensi teknologi apapun.

Tuas transmisi Ferrari Testarossa menggunakan manual 5-percepatan

Sekalipun kami tidak berkesempatan mencoba Ferrari Testarossa, namun jelas siapapun yang ada di balik kemudi Ferrari Testarossa akan merasakan pengalaman yang spesial.

Ada rasa interaksi yang lebih 'dekat' antara mobil dengan pengemudi, yang jujur saja sedikit hilang di mobil sports car atau supercar modern saat ini. Membayangkan mengendarai Ferrari Testarossa, sembari memainkan transmisi manual dengan layout dog leg (gigi R dan 1 dibuat di sisi kiri), sekaligus disuguhkan raungan mesin flat-12 Ferrari yang spesial, rasanya bisa menjadi pengalaman berkendara yang mungkin saja tidak bisa ditandingi mobil jalan raya Ferrari modern sekalipun.

>>> Anda mau tahu lebih jelas tentang mobil Ferrari? Langsung klik sini untuk simak tulisan review mobil Ferrari lainnya

Ferrari Testarossa menawarkan sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan materi. Menawarkan sensasi berkendara lebih intens dan intim antara pengemudi dan mesin, serta tanpa adanya intervensi teknologi, menjadikan setiap proses perjalanan bersama Ferrari Testarossa selalu menyenangkan (atau mungkin mendebarkan).

Ferrari Testarossa (kiri) berevolusi menjadi Ferrari 512 TR (kanan atas) dan Ferrari F512 M (kanan bawah)

Oke, Ferrari Testarossa mungkin kalah pamor dengan Ferrari 288 GTO atau Ferrari F40 yang menjadi ikon hypercar Ferrari di era 80an. Namun jika dibandingkan dengan 'evolusi' Ferrari Testarossa seperti Ferrari 512 TR (1991-1994) dan Ferrari F512 M (1994-1996), Ferrari Testarossa tetap mendapat tempat spesial di benak Ferraristi (sebutan fans & enthusiast Ferrari) dunia.

Ferrari Testarossa adalah ikon. Bukan hanya sebagai ikon yang membawa Ferrari ke dunia showbiz dan poster generasi X di era 80an, namun Ferrari Testarossa juga menjadi salah satu model Ferrari terakhir yang menggunakan mid-engine Flat-12 yang diproduksi Ferrari.

Tentu saja, soal menjadikan Ferrari Testarossa sebagai bentuk investasi sejatinya lebih bersifat 'bonus'. Namun lebih jauh dari itu, memiliki Ferrari Testarossa secara tidak langsungmembuat status Anda meroket tinggi, baik sebagai bagian dari keluarga ultra-ekslusif Ferrari, maupun sebagai kolektor mobil yang sedari kecil sudah bermimpisosok mobil yang menjadi ikon poster kamar pria di era 80an.

Source: Cintamobil
Search Car Service
OUR PARTNERS
carmudi
Cintamobil
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
OTORAI
Otospirit
RajaMobil