0
Thumbs Up
Thumbs Down

Rumitnya Transmisi Koenigsegg CC850 yang Bisa Manual dan Otomatis

carmudi
carmudi - Tue, 30 Aug 2022 03:31
Dilihat: 377

Swedia Perusahaan hypercarKoenigsegg beberapa waktu lalu resmi memperkenalkan CC850. Mobil tersebut merupakan versi penyempurnaan dari CC8 yang pertama kali dirilis pada 20 tahun silam.

Hingga saat ini, Koenigsegg masih belum memberikan spesifikasi detail mengenai CC850. Namun banyak yang mengatakan bahwa salah satu mobil paling kencang di dunia tersebut dibekali dengan transmisi yang cukup unik.

Menurut berbagai sumber, Koenigsegg CC850 menggunakan mesin yang sama dengan Jesko. Kapasitasnya 5.000 cc, dengan konfigurasi V8, twin turbocharge dengan suplai tenaga di angka 1.366 hp dengan torsi maksimum 1.385 Nm.

Seperti yang kami sebut di atas, transmisi Koenigsegg CC850 ini cukup unik lantaran menawarkan perpindahan gigi manual dan otomatis. Untuk mode manual menggunakan 6 percepatan, sementara mode otomatis 9 percepatan.

Koenigsegg pun menyebut transmisi ini sebagailight speed transmission dengan cara kerja engage shift system.

Transmisi tersebut bahkan punya bobot yang sangat ringan, hanya 90 kg yang setara dengan transmisi 6 percepatan manual seperti mobil pada umumnya.

Cara Kerja Transmisi Koenigsegg CC850

Alih-alih sebagai teknologi canggih, dua jenis transmisi dalam satu mobil perlu penjelasan lebih lanjut soal cara kerjanya.

Mengutip dari laman TopGear, Christian Von Koenigsegg, pendiri dan CEO Koenigsegg membeberkan cara kerja transmisi tersebut.

"Memiliki 9 gigi maju akan sangat membingungkan. Kami memiliki rasio gir yang berbeda ketika digunakan dalam mode Track, Normal, dan Comfort. Rasio girnya berbeda tergantung mode yang dipilih," ujarnya kepada TopGear.

Ketika menggunakan mode Track, saat pengemudi memasukkan gigi 1 sebenarnya mobil memposisikan gigi 3.

Sementara ketika pada mode Normal, gigi 1 akan dimulai dari gigi 2 dari 9 gigi yang tersedia pada versi otomatis.

"Gigi pertama ini akan sangat pendek pada transmisi 9 percepatan. Sedangkan ketika masuk ke gigi 2, sebenarnya adalah gigi keempat dari 9 percepatan," terang Christian von Koenigsegg.

Menurut dia ini adalah transmisi manual pertama dengan rasio gigi yang cukup rumit dan kompleks.

Bahkan ia mengatakan transmisi ini tak memiliki hubungan mekanis dari depan ke belakang seperti mobil pada umumnya.

"Ada semacam hubungan hidrolik langsung dari pedal kopling ke kopling. Jadi ada 6 kopling, tetapi ketika Anda menggerakkan pedal kopling, tekanannya persis satu-satu pada kopling seperti yang Anda gunakan dalam transmisi manual," tegasnya.

Pria plontos berpostur badan besar ini juga mengatakan nuansa kopling yang ada pada CC850 sangat alami.

Gampangnya, pengendara bisa sesuka hati mengerahkan seluruh tenaga yang dihasilkan dari mesin dengan sangat mudah.

"Ada banyak kerumitan, jika Anda menggeser tuas transmisi dengan cepat Anda akan merasakan sensasi sinkron yang menahan dan itu harus didorong lebih keras. Sama dengan kopling, jika Anda mendorongnya dengan keras itu akan sedikit lebih berat karena inersia yang dimiliki," katanya.

Untuk mengaktifkan mode otomatis, pengemudi bisa memasukkan tuas transmisi ke ujung kanan bagian bawah. Sementara untuk mode manual bisa langsung memasukkan tuas transmisi yang terdapat angka seperti transmisi manual pada umumnya.

Pihak Koenigsegg sendiri menyebut pengerjaan transmisi tersebut butuh waktu 2 tahun.

Diproduksi Sangat Terbatas

Koenigsegg CC850 yang dipamerkan di Montereys's Car Week merupakan mobil versi praproduksi dan menjadi unit pertama yang menggunakan transmisi ini.

"Ini nanti akan diperbarui ke spesifikasi produksi terbaru dalam 1 tahun ke depan atau lebih. Ini hanyalah sampel, kemudian kita akan pergi ke sampel B dan C sebelum benar-benar produksi," pungkas Christian von Koenigsegg.

Nantinya, Koenigsegg CC850 sendiri kabarnya hanya akan diproduksi sebanyak 50 unit di seluruh dunia. Angka 50 sendiri menandakan usia sang pendiri perusahaan.

Namun saking membludaknya pesanan, Christian pun akhirnya memutuskan untuk memproduksi CC850 ini hingga 70 unit.

Bahkan versi prototipe praproduksi pertama yang ia buat tidak dijual resmi kepada calon konsumen, melainkan disimpan untuk dirinya sendiri.

Penulis: Rizen Panji

Editor: Dimas

Sumber: carmudi
Berita Trending
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
carvaganza
Cintamobil
Garduoto
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
Oto
OTORAI
Otospirit
RajaMobil