0
Thumbs Up
Thumbs Down

Semua Tim Pakai Spoiler Arm, Ini Perbandingannya!

MotorExpertz
MotorExpertz - Tue, 14 May 2019 14:57
Dilihat: 161
Semua Tim Pakai Spoiler Arm, Ini Perbandingannya!

JEREZ, ME. Ducati kembali sukses membuat sebuah inovasi yang sejatinya bukan hal baru. Yakni 'winglet' baru yang terpasang di bawah swingarm, bradsis.

Setelah mendapat protes pabrikan lain, justru sekarang ini pabrikan lain ikut menggunakan perangkat ini pada motor para pembalapnya, seperti Honda, Yamaha, Suzuki sampai KTM.

Perangkat ini memang bukan hal baru, karena sejatinya Yamaha telah menggunakan perangkat ini ketika trek basah untuk membelah aliran air. Setelah dikembangkan Ducati, justru perangkat ini menjadi sebuah trend baru saat ini.

Itu terbukti para pabrikan melakukan uji coba saat pengujian di Jerez, Spanyol lalu.

Ducati
Gigi Dall'Igna mengklaim kalau perangkat ini utamanya bertujuan untuk menstabilkan suhu pada ban belakang dengan aliran udara dari bawah ke seluruh bagian bawah belakang motor.

Namun secara logika, desainnya terdiri dari tiga winglet dengan panjang chord yang sejajar sama. Prinsipnya ini akan menyekop aliran udara ke atas dan ke ruang di belakang fairing bawah motor. Sepertinya Ducati telah berhasil membuktikan pendapatnya bawah perangkat ini bertujuan demikian.

Secara realistis, desain spoiler ini juga mampu menghasilkan lebih ekstra downforce pada swingarm, yang pada akhirnya meningkatkan traksi ban belakang saat akselerasi.

Aprilia
Spoiler arm punya Aprilia agak mirip dengan milik Ducati, sama-sama dengan tiga elemen chord. Chord pertama sepertinya cukup signifikan untuk menekan aliran udara dari bawah motor dan tentunya menekan swingarm ke bawah dengan tujuan traksi ban belakang. Dan dua chord lainnya justru sebaliknya, menurut Jake Boxall-Legge, analisis teknikal motorsport.com, lebih pendek dengan tujuan untuk membatasi dan pemisahan aliran udara di area ini.

Yamaha
Sang pencetus, justru memiliki desain dengan tampilan berbeda. Spoiler pada motor Yamaha mirip seperti Trenggiling, meruncing secara dramatis menyerupai ujung tombak. Prinsipnya sepertinya sangat berbeda, karena memang lebih mirip dengan deflektor hujan dari bentuk desainya.

Terdapat celah cut-out lingkaran kecil di tepi belakang pada chord pertama. Menurut pengamatan Jake Boxall-Legge, elemen tersebut untuk memberikan ruang udara bertekanan rendah melalui bawah sedikit lebih banyak. Meski secara logis, efek downforce tidak sesignifikan seperti Ducati atau Aprilia. Hanya saja, sepertinya Yamaha memberi opsi lebih ketika trek basah.

Suzuki
Suzuki cukup berani untuk desain spoiler arm motornya kalau dibandingkan tim lain. Desainnya lebih rendah dan lebih menjulur ke depan. Bagian paling bawah, elemennya panjang dan mendatar. Desain seperti ini justru membuat efek downforce jauh lebih besar. Sehingga ayunan ban belakang lebuh menekan ke bawah. Artinya, asupan udara yang masuk cukup besar.

Disebut juga desain spoiler seperti akan berdampak dapat melindungi turbulensi udara di sekitar ban belakang.

Honda
Kalau mau kita bandingkan, desain milik Honda lebih pragmatis. Hanya ada sepotong elemen di depan ban belakang dan disebut efek downforcenya sangat minim. Mungkin aja Honda punya alasan lain. Tapi sejauh ini belum ada komentar dari pembalapnya atau tim teknisi secara langsung.

KTM
Pendekatan KTM dengan perangkat ini tak jauh beda dengan spoiler Yamaha. Mirip sekali. Hanya saja KTM justru membuat desain yang tujuannya memang untuk winglet secara umum, tanpa menghadirkan celah untuk mendinginkan suhu ban belakang dan ban jauh lebih rentan terhadap cipratan hujan yang muncul dari buritan.

Sumber: MotorExpertz
Cari Bengkel Mobil
PARTNER KAMI
carmudi
Cintamobil
Mobil WOW
Mobil123
Mobilmo
MotorExpertz
OTORAI
Otospirit
RajaMobil